Posted in Review

Skincare Diet

Setelah selama dua tahun ini saya mengaplikasikan skincare routine ala Korea, baik itu yang sepuluh langkah ataupun yang hanya tujuh langkah, saya memutuskan untuk mengurangi skincare routine saya. akhirnya setelah merasakan produk apa saja yang dibutuhkan wajah saya, saya memutuskan melakukan skincare diet ke empat langkah saja, yaitu: toner, essence, serum dan mosturizer. Untuk double cleanser dan sunblock tentu tidak bisa saya hilangkan dari skincare routine saya.

Pertama kali memakai rangkain skincare yang banyak itu saya memutuskan untuk menggunakan korean skincare, karena pada waktu itu wajah saya kusam, malah lebih putihan tangan dari pada wajah saya. Karena produk korea pada umumnya banyak menawarkan untuk mencerahkan kulit. Tipe kulit saya kombinasi, berminyak di daerah T-zone, normal di area wajah lainnya. Kulit wajah saya tidak memiliki permasalahan yang berarti, walaupun satu atau dua jerawat akan tetap muncul setiap bulan, pori -pori pun normal. sampai akhirnya sejak dua bulan yang lalu saya memutuskan untuk melakukan skincare diet.

Skincare diet ini sebenarnya sudah menjadi trend sejak tahun 2017 yang lalu, sudah banyak beauty vlogger serta artis asal korea yang melakukannya. Skincare diet dilakukan karena mereka percaya terlalu banyak skincare yang di aplikasikan ke wajah tidak menjamin wajah akan lebih sehat, malah sebaliknya beberapa orang mengalami iritasi karena tidak jarang kandugan dari satu skincare tidak cocok dengan skincare lainnya.

Setelah membaca beberapa artikel saya menemukan banyak dokter kecantikan yang menyarankan kan untuk skincare diet. contohnya :

Dr. Neil Sadick, dermatologis dari New York mengatakan, “Kami melihat banyak pasien yang menggunakan kombinasi skincare yang aneh. Hasilnya kulit malah jadi iritasi.” Semakin banyak campuran skincare, semakin banyak pula efek samping yang terjadi pada kulit. Jadi, tujuan dari diet skincare adalah mengurangi iritasi yang kerap terjadi pada kulit akibat reaksi dari skincare yang berbeda-beda. Selain itu, diet skincare juga bisa mengurangi proses detoksifikasi dari ragam efek samping akibat kandungan kimia yang menumpuk dan juga menenangkan kulit dengan memakai perawatan kulit dasar.

Saya mengurangi penggunaan dua buah toner , setelah sebelumnya saya selalu memakai exfoliating dan hydrating toner. Saya merasa kulit saya sudah over exfoliating. sheet mask pun yang awalnya tiap hari, akhirnya saya gunakan 2-3 kali seminggu saja, kadang malah hanya sekali kalau saya sudah menggunakan clay mask atau peel off mask.  Clay mask hanya seminggu sekali, peel off mask bisa sampai dua kali seminggu, apalagi kalau kulit saya sedang terlihat lelah.

Keputusan saya akhirnya mencoba skincare diet karena saya merasa skincare yang saya gunakan sudah tidak berefek apa – apa lagi terhadap wajah saya. setelah tiga tahun menggunakan produk yang sama sampai tiga bulan yang lalu, saya melihat tidak ada perubahan yang berarti di wajah saya, kulit saya memang sudah dua tingkat lebih cerah, wajah saya pun sudah tidak kusam lagi. selain itu karena usia saya yang sudah hampir tiga puluh, saya memutuskan untuk beralih ke skincare yang ada kandungan anti aging nya, memang bukan yang spesifik tapi yang ada sedikit kandungan anti aging supaya kulit saya bisa menyesuaikan secara perlahan – lahan.

Apakah dengan skincare diet ini membuat kulit saya lebih sehat? sejauh ini perbedaannya tidak begitu terlihat, akan tetapi saya merasakan kulit saya lebih lembut dan kenyal, untuk masalah seperti jerawat dan komedo pun tidak begitu ada masalah, apakah kulit saya menjadi kusam kembali? sampai sekarang kulit saya masih sama malah saya merasa lebih cerah sedikit dibanding sebelum saya melakukan skincare diet.

Setelah mencoba skincare diet selama dua bulan ini akhirnya saya menemukan produk yang akan selalu saya pakai untuk morning dan nigth routine saya, sambil diselang – selingi dengan skincare saya yang sebelumnya masih bersisa. bagi beberapa orang semakin bertambahnya umur, maka kulit wajah akan semakin kering, tapi saya malah sebaliknya, wajah saya semakin oily, walau hanya di T -zone saja.

jadi begitulah pengalaman saya selama dua bulan ini dengan skincare diet, apakah saya tetap akan melalukan skincare diet seterusnya? tentu saja saya akan memakai metode ini untuk seterusnya, karena saat ini saya sudah menemukan beberapa produk yang cocok untuk saya. will share about that product later, semoga bisa membantu bagi yang mau skincare diet juga.

 

xo

 

 

Posted in Review

Review Tumbuh Lab hair oil

Sejak pulang ke Indonesia, rambut saya mengalami kerontokan yang cukup parah, ketika di sisir dengan tangan saja, langsung beberapa helai rambut ikut rontok. Setelah mencoba beberapa macam shampoo dan conditioner yang khusus untuk rambut rontok, baik yang drugstore ataupun yang premium, rambut saya tetap rontok, malah semakin parah.

Akhirnya setelah mencari produk perawatan rambut rontok lewat instagram ataupun beauty forum online, saya memutuskan untuk mencoba Tumbuh Lab. salah satu produk lokal yang banyak mendapat review positif. Saya membeli produk tersebut melalui Whatsapp dan harus pre-order terlebih dahulu.

Setelah satu hampir sepuluh hari menunggu akhirnya produk tersebut sampai juga. Saya memakai hair oil ini 2-3 kali per minggu dimulai dari tanggal 20 Juni 2019 sampai sekarang. Berikut klaim produk tersebut yang saya ambil dari tumbuhlab.com :

IMG_6146

Hair Oil with Peppermint

“A blend of virgin coconut oil, castor oil, rosemary essential oil and lavender essential oil.”

  1. Membantu menyehatkan kulit kepala.
  2. Memperkuat akar rambut.
  3. Mengurangi kerontokan terutama kebotakan dini.
  4. Membantu menumbuhkan dan menebalkan rambut.
  5. Mengurangi ketombe.
  6. Menghaluskan dan memperbaiki rambut rusak.
  7. Menyehatkan helaian rambut.

Dengan menggunakan bahan yang 100% alami & organik, sensasi dingin dari dari peppermint yang membantu menyegarkan rambut.

Saya memang membeli hair oil with peppermint , mereka juga menjual hair oil original dan hair mist. Saya juga membeli hair mist yang biasa saya gunakan setelah keramas dengan kondisi rambut setengah kering.

Cara penggunaan hair oil ini sangat mudah, cukup di aplikasi lansung ke rambut, sambil memijit – mijit kulit kepala, lalu didiamkan mulai dari 1 – 8 jam. setelah itu disarankan untuk bilas dengan air hangat dan lanjut keramas seperti biasa. Saya baru mulai merasakan efek dari hair oil ini setelah 2 kali penggunaan. Rambut saya mulai berkurang rontoknya dan lebih lembut.

Karena penasaran saya mencoba membilas hair oil ini dengan air biasa, bukan dengan air hangat seperti yang dianjurkan, awalnya tidak terasa perbedaan antara membilas dengan air hangat ataupun tidak, akan tetapi keesokan harinya rambut saya sudah lepek. Padahal kalau saya bilas dengan air hangat, rambut saya tetap lembut sampai dua hari setelah keramas.

Dua hari yang lalu saya baru menghabiskan botol pertama dari hair oil ini. sejauh ini saya cukup puas dengan hasilnya, rambut saya memang masih rontok, akan tetapi hanya 1-2 helai saja, tidak sebanyak sebelum saya memakai hair oil dari tumbuh lab.

IMG_6145

Apakah saya akan membeli hair oil ini lagi? tentu saja iya. selain hair oil ini memang cocok dengan saya, harganya pun tergolong murah dibandingkan dengan produk lain yang pernah saya coba. Hair oil ini dijual dengan harga Rp. 100.000,- untuk hair oil with peppermint  serta Rp. 95.000,- untuk hair oil original.

Semoga bisa membantu bagi yang sedang mencari alternative produk untuk perawatan rambut rontok.

xo